Bina Anak Lewat Keterampilan, Pelindo Gelar Pelita Warna di LPKA Jakarta

Pelindo pelita

Jakarta, 23 Juli 2025 SINAR DUNIA MEDIA

Seperti yang di lansir dari Kompas.com PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) kembali meluncurkan program Pelita Warna di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan. Program ini dirancang untuk mendukung proses pembinaan anak-anak binaan melalui peningkatan keterampilan, penguatan mental, serta pemberdayaan berbasis lingkungan. Pelita Warna, yang digelar selama enam bulan ke depan, menyasar lebih dari 30 anak binaan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program BUMN Peduli bertajuk “BUMN Tanggap dari Hati untuk Bangsa Bermakna”, dengan total anggaran sebesar Rp 545 juta. “Kami ingin mereka tak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kepercayaan diri sebagai bekal hidup ke depan,” ujar Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, dalam keterangannya, Rabu (23/7/2025).

Program ini mencakup berbagai pelatihan seperti sablon digital, desain grafis, barbershop, literasi, konten kreator, hingga pemasaran digital.

Selain itu, Pelindo juga membangun fasilitas pendukung seperti Rumah Kelola Sampah (RKS) dan green house, serta menghadirkan sesi pendampingan psikologi untuk memperkuat ketahanan mental anak binaan. “Pembinaan yang efektif tidak cukup hanya memberi tempat. Perlu ada keterampilan dan dukungan emosional agar mereka memiliki harapan dan peluang setara saat kembali ke masyarakat,” kata Departemen Head TJSL Pelindo, Febrianto Zenny.

Pelita Warna juga mendorong partisipasi aktif anak binaan dalam setiap pelatihan produktif yang dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi. Produk-produk hasil pelatihan, seperti hasil sablon digital dan sayuran dari green house, kini telah mulai digunakan di lingkungan LPKA.

Menurut Febrianto, program ini sekaligus mendukung pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, kesehatan mental, dan pelestarian lingkungan. “Kami berharap Pelita Warna dapat menjadi percontohan pembinaan anak di lembaga pemasyarakatan lainnya,” ujarnya.