Jakarta SINAR DUNIA MEDIA. Seperti yang dilansir dari SERANBINEWS.COM Thailand dan Kamboja resmi terlibat perang sungguhan yang mengguncang ASEAN dan dunia, Kamis (24/7/2025).
Saling serang dilakukan Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan kedua negara, yang telah lama diliputi ketegangan. Korban tewas di kubu kedua negara tak terhindarkan.
Tembakan, mortir, dan roket, setidaknya 15 orang tewas di Thailand.
Sedangkan satu orang tewas di Kamboja.
Akibat perang kedua negara bertetangga itu, puluhan ribu warga sipil terpaksa mengungsi.
Korban tewas dan kerusakan dipastikan akan bertambah akibat belum ada tanda-tanda bentrok senjata kedua negara berakhir.
Kedua negara mengerahkan peralatan perang ke perbatasan untuk menyerang tetangganya.
Bahkan Jet Tempur F-16 pun diterjunkan Thailand untuk menyerang posisi Kamboja. Tak gentar meski Thailand mengerahkan Jet Tempur F-16, Kamboja membalas dengan serangan roket untuk menghancurkan posisi pasukan lawan.
Serangan udara Thailand ke wilayah Kamboja membuat konflik kedua negara mencemaskan tetangganya di ASEAN. Karena bentrokan senjata Thailand dan Kamboja menambah kompleksitas hubungan antarnegara ASEAN ini. Dibalik keberanian tentara Kamboja melawan kecanggihan kekuatan militer Thailand. Ternyata para petinggi militer Kamboja yang kini mengisi posisi penting di negara itu pernah dilatih oleh Prabowo Subianto dan pelatih dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (TNI AD) Republik Indonesia.
Materi latihan yang diberikan oleh pasukan elite Indonesia ini membuat tentara Kamboja tak gentar melawan Thailand meski mengerahkan Jet Tempur F-16 dalam konflik yang makin memanas.
Kedekatan pasukan khusus Kamboja dengan Indonesia terlihat jelas ketika Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI berkunjung ke markas anak didiknya.
Prabowo disambut meriah
Sambutan meriah diterima Prabowo Subianto ketika masih menjabat Menteri Pertahanan saat melawat ke markas Special Forces Command atau Korps Komando Pasukan Khusus (SFC) Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja pada Selasa (21/6/2022) bukan tanpa sebab.
Ternyata para perwira di korps itu pernah merasakan digembleng oleh Prabowo dan para instruktur lain dari Korps Komando Pasukan Khusus.
Dalam kunjungan ke Phnom Penh, Kamboja, Prabowo disambut oleh Wakil Panglima Angkatan Darat sekaligus Komandan Kopassus Kamboja, Letjen Chab Peakdey.
Dia merupakan salah satu perwira yang pernah dilatih oleh Prabowo.

Sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat Kamboja yang pernah dididik Prabowo dan hadir dalam pertemuan itu adalah Letjen Yib Koy yang kini menjabat Danpusdik Paspam PM Kamboja.
Kemudian Mayjen Sin Ra yang menjabat Komandan Detasemen 241 Paspam PM Kamboja, dan Letjen Pol Chin Sary yang menjabat Dirjen Oditor Kepolisian Nasional Kamboja.
Lalu Mayjen Yin Chumnith yang kini menjabat Wakil Kepala Staf Paspam PM Kamboja, Mayjen Ty Samouna yang menjabat Asintel Paspam PM, dan Mayjen Pol Nau Chamroeun yang menjabat Wakil Kabinet Kepolisian Nasional.
Prabowo dalam reuni tersebut pun menekankan bahwa dirinya selalu menganggap bangsa Kamboja saudara dekat Indonesia dengan ikatan sejarah yang panjang.
Kerja sama bilateral kedua negara juga senantiasa terbina dengan baik seiring waktu.
“Hubungan kerja sama bilateral pertahanan kedua negara sangat penting bagi Indonesia,” katanya.
“Semakin Kamboja kuat dan makmur berarti ASEAN akan makin makmur, dan Indonesia akan menjadi tenang karena negara tetangganya kuat dan makmur,” imbuh Prabowo.
Kerja sama pertahanan Sejak 1970
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Kamboja sudah dimulai sejak 1970.
Saat itu para prajurit dan perwira dari Angkatan Darat Kamboja, terutama Korps Pasukan Khusus yang saat itu masih bernama Resimen 911 dan Pasukan Pengamanan Perdana Menteri, berlatih dengan Kopassus.
Merujuk pada pemberitaan Phnom Penh Post, TNI AD sudah melatih sekitar 200 prajurit Korps Pasukan Khusus dan Pasukan Antiterorisme Nasional Kamboja sejak 2012.
Pelatihan kualifikasi komando itu dilakukan di Indonesia selama 6 bulan.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi penembak runduk (sniper), operasi antiteror, menyelam, panjat tebing, dan terjun payung.
Selain itu, TNI AD juga mengirim perwira mereka ke Kamboja untuk melatih pasukan pengamanan perdana menteri.
Menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 24 Februari 2021, TNI AD dan Angkatan Darat Kamboja meneken perjanjian kerja sama pada Desember 2007.
Salah satu isi perjanjian itu adalah TNI AD bersedia memberikan pelatihan bagi kedua korps pasukan khusus Kamboja itu.
Bahkan menurut rencana tahun ini akan digelar latihan gabungan antara Kopassus TNI AD dan AD Kamboja.
Baret merah
Kopassus Kamboja mempunyai markas komando yang terletak di Takethmey, Distrik Angsnoul, Provinsi Kandal. Jumlah keseluruhan kesatuan itu mencapai 5.000 personel.
Mereka dibagi menjadi 7 unit dan 14 batalion. Pembagiannya adalah sebagai berikut:
Grup Komando 1-4 adalah pasukan lintas udara (Airborne)
Grup Komando 5-9 adalah pasukan pemukul
Grup Komando 10-12 adalah pasukan pendukung
Grup Komando 13 adalah khusus untuk pengawalan
Grup Komando 14 adalah pasukan antiteror
Para prajurit yang hendak bergabung dengan Kopassus Kamboja harus melewati sejumlah tahapan pendidikan, yaitu:
Pendidikan prajurit komando Baret Merah (6 tahap)
Pendidikan lintas udara (11 tahap)
Pendidikan terjun bebas (3 tahap)
Pendidikan selam pernapasan bebas/SCUBA di Laut Chhak (3 tahap)
Pendidikan antiteror (3 tahap)
Dari sejumlah cabang pendidikan itu, sebagian dilakukan bekerja sama dengan Kopassus.
Para prajurit itu dikirim dari Kamboja untuk belajar di Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Jawa Barat.
Di sana para prajurit mempelajari teknik terjun payung dan pendaratan.
Dengan berbagai metode pelatihan itu, Kopassus Kamboja disiapkan untuk diterjunkan dalam berbagai operasi, yaitu:
Operasi lintas udara
Operasi serang udara
Pertempuran jarak dekat
Penumpasan pemberontakan
Antiteror
Serangan langsung
Penyelamatan sandera
Intelijen
Peperangan hutan
Penyerbuan
Misi pengintaian
Operasi khusus
Peperangan non konvensional
Sebagai bentuk penghormatan karena dilatih oleh Kopassus, sejumlah simbol milik pasukan khusus TNI AD itu juga diadopsi oleh pasukan khusus Kamboja.
Pasukan khusus Angkatan Darat Kamboja itu sampai saat ini mengenakan baret merah persis milik Kopassus. Selain itu, sejumlah corak seragam loreng mereka juga mengadopsi motif Kopassus.
Pekik Komando sambut Prabowo
Pekik “komando” dan yel-yel Batujajar bergema saat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tiba di Markas Special Forces Command atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (21/6/2022).
Kunjungan Prabowo disambut oleh Wakil Panglima Angkatan Darat dan Komandan Kopassus Kerajaan Kamboja LG Chhab Peakdey.
Prabowo yang pernah terjun langsung melatih anggota Kopassus Kamboja peserta pendidikan di Kopassus TNI AD merasa gembira dan bangga melihat kemajuan angkatan bersenjata Kamboja, khususnya Kopassus Kamboja.
“Saya yakin Special Forces Command akan terus menjadi pasukan yang handal dan unggul, yang akan membela bangsa dan rakyat Kamboja. Komando,” ujar Prabowo, dikutip dari siaran pers Biro Humas Setjen Kemnehan.
Prabowo berharap dapat terus meningkatkan kerja sama antara TNI dengan satuan Kopassus Kamboja.
Prabowo juga menekankan bahwa dirinya selalu menganggap bangsa Kamboja adalah saudara dekat bangsa Indonesia.
Hal ini tak terlepas karena ikatan sejarah yang panjang.
Kerja sama bilateral kedua negara juga senantiasa terbina dengan baik seiring waktu.
Salah satu hubungan bilateral tersebut di bidang pertahanan.
“Semakin Kamboja kuat dan makmur berarti ASEAN akan makin makmur, dan Indonesia akan menjadi tenang karena negara tetangganya kuat dan makmur,” tegas Prabowo.
Sebagai informasi, Kopassus TNI AD mempunyai kontribusi besar dalam membentuk karakteristik Kopassus Kamboja.
Kopassus TNI AD melatih langsung Kopassus Kamboja. Bahkan, baret hingga seragam Kopassus Kamboja nyaris serupa dengan Kopassus TNI AD.
