Produsen Mobil Listrik Mulai Merakit di Indonesia Tahun 2026

Mobil listrik

Mayoritas Produsen Mobil Listrik Mulai Merakit di Indonesia Tahun 2026

Jakarta, 31 Januari 2026 – Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa mayoritas produsen mobil listrik global dan lokal resmi memulai perakitan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) di dalam negeri mulai tahun ini. Langkah ini menandai babak baru dalam pengembangan industri otomotif nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Kebijakan Pemerintah

Sejalan dengan berakhirnya insentif impor kendaraan listrik utuh (CBU) pada akhir 2025, produsen diwajibkan beralih ke skema rakitan lokal (CKD) sesuai Peraturan Presiden No. 79 Tahun 2023. Kebijakan ini bertujuan untuk:

  • Mendorong investasi industri otomotif berkelanjutan.
  • Memperkuat rantai pasok kendaraan listrik nasional.
  • Menciptakan lapangan kerja baru dan transfer teknologi.

Produsen yang Terlibat

  • Polytron menjadi salah satu pionir dengan meluncurkan model EV rakitan lokal.
  • Sembilan produsen global telah memastikan pembangunan fasilitas produksi di Indonesia.
  • Produsen besar dari Asia dan Eropa yang sebelumnya hanya mengimpor kini beralih ke produksi lokal.

Dampak Positif

  • Ekonomi: Investasi asing meningkat, industri otomotif nasional semakin kompetitif.
  • Konsumen: Harga mobil listrik lebih terjangkau, pilihan model semakin beragam, layanan purna jual lebih baik.
  • Lingkungan: Mendukung target transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon.

Pernyataan Resmi

Menteri Perindustrian menyampaikan, “Dengan dimulainya perakitan mobil listrik di Indonesia, kita tidak hanya memperkuat industri otomotif nasional, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap masa depan energi bersih. Indonesia siap menjadi pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik global.”

Tentang Program KBLBB

Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan, mendukung target net-zero emission, serta menjadikan Indonesia sebagai hub produksi EV di kawasan.

SUMBER BERITA : katadata.co.id