Gedung Sarinah Jakarta di Serbu Budaya Orang Tiongkok

IMG 20260901

Henan Serbu Sarinah Jakarta Budaya dan Pariwisata Tiongkok Dipamerkan Ada Apa di Balik Promosi Jelajahi Henan Pahami Tiongkok

JAKARTA — SINAR DUNIA MEDIA Provinsi Henan, Tiongkok, membawa kekayaan seni, budaya, dan pariwisatanya langsung ke jantung Jakarta. Pameran bertajuk “Jelajahi Henan, Pahami Tiongkok” digelar di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026), sekaligus menjadi panggung promosi budaya Tiongkok kepada masyarakat Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan sejumlah perkumpulan dari Provinsi Henan ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni. Acara tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat Jakarta untuk melihat lebih dekat warisan sejarah, tradisi, hingga potensi wisata Henan.

Acara dipimpin Mr. Guo selaku pelaksana kegiatan dan turut dihadiri Liu Yangming, Direktur Pimpinan Redaksi Henan Daily.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi rombongan Henan yang baru tiba di Jakarta pada Senin malam. Bahkan, bagi sebagian anggota rombongan, perjalanan tersebut merupakan kunjungan pertama mereka ke ibu kota Indonesia.

Di hadapan pengunjung, Mr. Guo menegaskan bahwa kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan kebudayaan Henan kepada masyarakat Indonesia. Dua kota bersejarah, Luoyang dan Zhengzhou, menjadi bagian penting dari promosi tersebut.

Suasana Sarinah pun berubah menjadi panggung budaya Tiongkok. Pengunjung disuguhi beragam pertunjukan tradisional yang memperlihatkan identitas budaya Henan.

Mulai dari alunan seruling tulang hingga dentuman gendang tembikar kuno dipertontonkan kepada masyarakat. Atraksi seni bela diri Wushu dan gerakan Tai Chi juga menjadi perhatian pengunjung.

Tak berhenti pada pertunjukan, pengunjung diberikan kesempatan berinteraksi melalui sejumlah stan budaya. Di antaranya pengenalan seni potong kertas tradisional atau jianzhi, dupa tradisional, kerajinan tangan, hingga informasi mengenai terapi reposisi tulang tradisional.

  1. IMG 20260901

Pameran tersebut memperlihatkan bagaimana budaya tidak hanya dijadikan warisan sejarah, tetapi juga dikemas menjadi daya tarik wisata yang dapat dipromosikan lintas negara.

Di balik pertunjukan budaya, terselip agenda yang tak kalah menarik: membuka pintu kerja sama pariwisata Indonesia–Henan.

Pihak penyelenggara berharap kegiatan tersebut menjadi awal semakin eratnya hubungan masyarakat Indonesia dengan Henan. Salah satu peluang yang ingin didorong adalah kerja sama dengan biro perjalanan (travel agency), sehingga wisatawan Indonesia dapat lebih mudah mengunjungi berbagai destinasi sejarah dan budaya di Henan.

Promosi ini sekaligus menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berbicara mengenai perdagangan dan investasi. Budaya dan pariwisata mulai dijadikan jembatan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Dengan membawa Henan ke Sarinah, pesan yang ingin disampaikan pun cukup jelas: kekayaan budaya Tiongkok tidak lagi hanya dipromosikan dari negeri asalnya, tetapi mulai diperkenalkan secara langsung kepada publik Indonesia.

Kini, tantangannya adalah apakah promosi budaya tersebut benar-benar mampu berkembang menjadi kolaborasi pariwisata yang konkret dan saling menguntungkan bagi Indonesia dan Henan.