Bukan Sekadar Seremoni, Lubkita Kawal Desa Tematik hingga Mandiri
JAKARTA — Program Desa Tematik tak boleh berhenti pada seremoni, foto bersama, atau panen perdana. Yayasan Lubkita menegaskan akan mengawal program tersebut sejak tahap pemetaan hingga memastikan desa benar-benar mampu tumbuh, produktif, dan mandiri secara berkelanjutan.
Komitmen itu ditunjukkan tim kerja Yayasan Lubkita saat menghadap Menteri Desa Yandri Susanto pada Rabu, 3 September. Dalam pertemuan tersebut, Lubkita menyerahkan data proyek pilot Desa Tematik sekaligus melakukan pemetaan lokasi yang akan menjadi sasaran pelaksanaan program.
Perwakilan sekaligus Penanggung Jawab Bidang Ketahanan Pangan Yayasan Lubkita Sejahtera Kita, Dadan Hidayat, mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru mengejar jumlah desa. Bagi Lubkita, kualitas pelaksanaan jauh lebih penting dibandingkan banyaknya lokasi yang menjadi sasaran program.
“Kami tidak ingin mengejar banyak desa terlebih dahulu. Lebih baik sedikit, tetapi tepat sasaran dan benar-benar berjalan,” kata Dadan.
Karena itu, setiap desa akan melalui proses teknis, mulai dari survei kesiapan lahan dan sumber daya manusia, pemetaan potensi, hingga pendampingan secara berkelanjutan.
Menurut Dadan, program Sehati melalui Desa Tematik harus meninggalkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar hasil panen.
Fasilitas dan program yang diberikan harus menjadi modal bagi masyarakat untuk terus menghasilkan, mengembangkan potensi lokal, dan membangun kekuatan ekonomi desa secara mandiri.
Lubkita juga ingin memutus pola program yang hanya terlihat berhasil di awal, tetapi berhenti setelah satu kali panen. Desa harus tumbuh, petani harus berdaya, ekonomi desa harus bergerak, dan hasil program harus terus berkelanjutan. Prinsip inilah yang menjadi dasar pengawalan Lubkita terhadap pelaksanaan Desa Tematik.
Pesannya jelas: Lubkita tidak ingin sekadar hadir di desa. Lubkita ingin memastikan program benar-benar bekerja dan memberikan dampak. Sebab keberhasilan Desa Tematik bukan diukur dari seberapa meriah program dimulai, tetapi dari seberapa kuat masyarakat mampu melanjutkannya hingga desa benar-benar produktif dan mandiri.
