Wartawan dikeroyok, ditelanjangi dan dirampok, oknum diduga anggota TNI kolaborasi dengan pedagang daftar G berjumlah 10 orang
Bekasi, SinarDuniaMedia
Seorang wartawan radar ekonomi *Jonri Gultom* telah dikeroyok, ditelanjangi dan di rampok uang dan hpnya ketika sedang memvideokan transkasi narkoba di daerah rawa lumbu
Pelaku pengeroyokan lebih dari 10 orang itu memukul, menendang serta menyabet dengan menggunakan selang air, yang kemungkinan sudah sengaja disediakan oleh pelaku.” itu seperti tni bang, ujar seorang pedagang kopi yang akan menjadi saksi kunci dalam peristiwa tersebut, yang rencana akan di panggil oleh polsek rawalumbu untuk dimintai keterangan secara detail.
Hal tersebut diperkuat dengan hasil *Visum et Repertum RS Rawa Lumbu* dengan Nomor: 1/X/VER/RSL/2026 tanggal 09/10/2026 yang ditandatangani dr. Iswati
Dalam hasil pemeriksaan medis disebutkan:
_”Mengalami dipukul dengan tangan, luka robek sobek atas bagian dalam bibir, lebam / kemerahan di dada bagian bawah kanan & kiri.”_ Pemeriksaan lanjutan menyebut korban mengalami luka bengkak dan sakit pada kepala bagian tasa, bengkak pada kedua mata, pecah pada bibir atas, sakit pada dada kanan dan kiri serta perut dan luka memar pada kedua rusuk dan punggung.

Ikut serta dalam pelaporan ke Polsek Rawalumbu Ketua Umum Capa (Cendikiawan anak Pahlawan), CAPA mengecam keras segala bentuk kekerasan apalagi diduga melibatkan oyknum TNI, CAPA juga mendesak Kapolres Metro Bekasi Kota untuk segera menangkap pelaku dan melakukan gelar perkara terbuka.
“Kami minta Kapolres Metro Bekasi Kota, Kapolsek Rawalumbu profesional. Jangan sampai ada kesan pembiaran kekerasan terhadap wartawan di Bekasi. Besok DPN CAPA akan kirim Dumas resmi dan dampingi korban untuk BAP tambahan serta visum pembanding di RS Polri,” tutupnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polsek Rawalumbu belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku dan motif penganiayaan.
Ridwan Limbong,
