Ribuan Massa Kepung DPR : Tuntut Pembatalan Tunjangan dan Reformasi Kinerja

Jakarta, SINAR DUNIA MEDIA — Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin pagi, dalam aksi demonstrasi bertajuk Revolusi Rakyat Indonesia. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI yang dinilai tidak selaras dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Tuntutan Utama

Massa aksi menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya:

  • Pembatalan kenaikan tunjangan perumahan DPR yang mencapai Rp50 juta per bulan
  • Transparansi anggaran dan gaji pejabat publik
  • Reformasi kinerja DPR yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil
  • Penolakan terhadap revisi UU yang dinilai menguntungkan oligarki

Beberapa poster yang dibawa peserta bertuliskan “Bubarkan DPR beban negara” dan “Beban negara bukanlah guru tapi DPR” menjadi simbol kritik terhadap lembaga legislatif.

Situasi di Lapangan

Pantauan di lokasi menunjukkan massa mulai berkumpul sejak pukul 09.00 WIB. Aparat kepolisian memasang barikade beton setinggi 1,8 meter di depan gerbang utama DPR. Puluhan pengemudi ojek online dan pedagang kaki lima turut meramaikan kawasan, sementara lalu lintas di Jalan Gatot Subroto sempat tersendat.

Kericuhan sempat terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika rombongan pelajar diadang aparat di flyover Ladokgi. Massa bergerak mundur untuk menjemput mereka, memicu bentrokan dan penyebaran kabar penahanan pelajar oleh aparat.

Respons dan Pengamanan

Sebanyak 1.250 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemda DKI dikerahkan untuk mengamankan aksi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur.

Meski aksi ini viral di media sosial, sejumlah organisasi besar seperti KSPSI dan BEM SI Kerakyatan menyatakan tidak ikut serta karena tidak jelasnya penanggung jawab aksi.

SUMBER BERITA :