Putin Akhirnya Siap Bertemu Zelensky, Tapi Ada Syaratnya

958518 putin1

MOSKOW, SINAR DUNIA MEDIA – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan untuk bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, namun Kremlin menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanya akan terjadi jika sejumlah syarat terpenuhi.


Syarat Pertemuan Menurut Kremlin

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menjelaskan bahwa:

  • Pertemuan hanya dapat dilakukan setelah “pekerjaan persiapan” dijalankan oleh tim ahli kedua negara.
  • Pertemuan akan diadakan hanya pada tahap akhir negosiasi damai, bukan untuk pembicaraan awal atau informal.
  • Kedua pihak harus mencapai kesepakatan teknis tertentu sebelum jadwal pertemuan ditetapkan.

Keraguan atas Legitimasi Zelensky

Putin mempertanyakan status hukum Zelensky sebagai presiden, mengklaim masa jabatan lima tahunnya telah berakhir di bawah kondisi darurat militer. Kyiv membantah keras dan menuding Moskow menggunakan isu ini sebagai alat disinformasi politik.


Tekanan Internasional

Tekanan global terhadap Rusia terus meningkat:

  • Presiden AS Donald Trump memperingatkan rencana sanksi baru jika gencatan senjata tidak tercapai sebelum 8 Agustus.
  • Serangan drone Ukraina ke depot minyak di dekat Laut Hitam memicu kebakaran besar dan menambah ketegangan di lapangan operasi.

Pandangan Putin soal Negosiasi

Dalam pernyataannya di Saint Petersburg, Putin menegaskan kesiapannya untuk bertemu “siapa pun, termasuk Zelensky,” asalkan pertemuan itu dimaksudkan untuk menyelesaikan poin-poin akhir negosiasi, bukan sekadar diskusi tanpa hasil. Ia menekankan perlunya solusi yang memastikan konflik saat ini berakhir sekaligus mencegah potensi serupa di masa depan.


Respons Ukraina

Pemerintah Ukraina menyambut baik sinyal kesediaan dialog, namun menolak persyaratan sepihak yang berpotensi melemahkan posisi mereka. Zelensky tetap menegaskan harapan agar pertemuan bisa berlangsung tanpa prasyarat politik yang merugikan Ukraina.


Pengamat menilai bahwa keberhasilan pertemuan ini bergantung pada keseimbangan antara tuntutan keamanan Rusia dan pengakuan legitimasi Ukraina, dengan tenggat waktu negosiasi yang semakin mendesak.

Sumber dari :