Trump Nyatakan Ingin Bertemu Kim Jong Un Tahun Ini

Trump ingin ketemu kim ong un

Dorong Diplomasi Semenanjung Korea

Jakarta SINAR DUNIA MEDIA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump menerima kunjungan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Gedung Putih pada Senin (25/8).

“Saya ingin bertemu dengannya tahun ini,” ujar Trump di hadapan wartawan di Ruang Oval. “Saya menantikan pertemuan dengan Kim Jong Un di masa depan yang tepat. Dia sangat baik kepada saya,” tambahnya, menekankan hubungan pribadi yang menurutnya “sangat baik” dengan pemimpin Korea Utara.

Pertemuan antara Trump dan Lee berlangsung dalam suasana diplomatik yang hangat, meski sempat diwarnai ketegangan akibat komentar Trump di media sosial terkait isu politik domestik Korea Selatan. Lee, yang dikenal sebagai pendukung jalur diplomasi, menyambut pernyataan Trump dengan optimisme.

“Saya harap Anda dapat membawa perdamaian ke Semenanjung Korea, satu-satunya negara yang masih terpecah di dunia,” kata Lee. Ia bahkan berseloroh tentang kemungkinan pembangunan “Trump World” di Korea Utara dan bermain golf di Pyongyang.

Trump sebelumnya telah bertemu Kim Jong Un sebanyak tiga kali selama masa jabatan pertamanya, termasuk pertemuan bersejarah di zona demiliterisasi Korea pada 2019. Meski pertemuan-pertemuan tersebut meredakan ketegangan, belum ada kesepakatan konkret terkait program nuklir Korea Utara.

Sejak Trump kembali menjabat pada Januari lalu, Pyongyang belum memberikan tanggapan terhadap ajakan diplomasi yang berulang kali disampaikan. Sementara itu, retorika Korea Utara semakin keras, dengan janji mempercepat program nuklir dan kecaman terhadap latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.

Langkah Trump ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali diplomasi tingkat tinggi yang sempat meredup di era pemerintahan sebelumnya. Para analis menilai, pertemuan lanjutan antara Trump dan Kim dapat membuka peluang baru bagi stabilitas kawasan, meski tantangan geopolitik tetap besar.


SUMBER BERITA :

DETIKNEWS