Shutdown pemerintah Amerika Serikat terjadi karena kebuntuan politik di Kongres terkait anggaran federal, memicu penutupan layanan non-esensial sejak 1 Oktober 2025
Washington DC, Pemerintah federal Amerika Serikat resmi mengalami government shutdown setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran fiskal tepat waktu. Penutupan ini merupakan yang pertama sejak tujuh tahun terakhir dan berdampak luas pada layanan publik serta jutaan pegawai federal.
Shutdown terjadi karena kebuntuan politik antara Partai Republik dan Demokrat dalam menyusun rancangan undang-undang pendanaan. Perdebatan sengit mencuat terutama soal alokasi dana untuk layanan kesehatan dan program sosial, yang membuat proses kompromi gagal total.
Akibatnya, sebagian besar layanan pemerintah yang dianggap non-esensial dihentikan sementara. Ribuan pegawai federal dirumahkan tanpa kepastian gaji, sementara layanan penting seperti keamanan nasional dan kesehatan tetap berjalan dengan sumber daya terbatas.
Menurut laporan dari Kantor Anggaran Kongres (CBO), penutupan ini berpotensi menekan perekonomian nasional dan memicu ketidakpastian di pasar global. Dampak sosial juga mulai terasa, terutama bagi keluarga pegawai pemerintah yang bergantung pada gaji bulanan.
Shutdown ini menandai babak baru dalam dinamika politik AS yang semakin terpolarisasi. Presiden Donald Trump belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah selanjutnya, sementara tekanan dari publik dan pelaku bisnis terus meningkat agar Kongres segera menyelesaikan kebuntuan anggaran.
SUMBER BERITA : DETIK.COM
