Kebakaran Bermula Dari Penjualan Bensin Eceran, Dua Orang Luka Bakar

IMG 20260902 WA0297

Kebakaran Di Sunter Jakarta Utara Bermula Dari Penjualan Bensin Eceran, Puluhan Galon BBM Ditimbun Dan Dua Orang Luka Bakar.

Jakarta Utara, sinarduniamedia.com — Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Sunter, RT 003/RW 014, Jakarta Utara, tepatnya diseberang taman bacaan, Rabu (2/9/26). Peristiwa yang terjadi bertepatan dengan berkumandanganya adzan Magrib ini diduga bermula dari aktivitas penjualan bensin eceran di sebuah rumah kontrakan.

Berdasarkan keterangan saksi mata dilokasi kejadian yaitu seorang pedagang bubur setempat, insiden maut tersebut bermula ketika pemilik warung bensin eceran Ibu Mega tengah melayani seorang pembeli yang mengendarai sepeda motor.

Saat kejadian, bensin sempat berceceran di sekitar lokasi. Diduga cairan bahan bakar tersebut langsung menyambar percikan bara api dari rokok,” ujar salah satu saksi di TKP.

IMG 20260902 WA0296

Penimbunan Bensin dalam Galon
Situasi dengan cepat berubah menjadi malapetaka karena rumah kontrakan yang dihuni Ibu Mega ternyata difungsikan untuk menampung stok bensin dalam jumlah besar. Minyak tersebut disimpan di dalam puluhan galon air mineral yang diduga disuplai secara rutin menggunakan mobil jenis Toyota Avanza.

Akibatnya, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh area kontrakan yang berada di dalam gang sempit tersebut. Saat ini, pihak berwenang telah mengamankan sisa galon-galon berisi bensin di lokasi kejadian sebagai barang bukti penyelidikan lebih lanjut.

45 Menit Pemadaman berlangsung dan terdapat Korban Luka-luka. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara segera bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Beberapa regu pemadam yang dikerahkan dari Sektor Koja, Tanjung Priok, dan Sudin berjibaku memadamkan si jago merah.

Mengingat material yang terbakar adalah bahan bakar minyak (BBM), petugas menggunakan teknik khusus pemadaman dengan cairan penurun tegangan permukaan dan pemadam khusus (tippol). Berkat kesigapan petugas, api akhirnya berhasil dijinakkan dalam kurun waktu sekitar 45 menit.

Meski demikian, insiden ini menimbulkan korban jiwa terdampak luka bakar serius yang terjebak di dalam kontrakan sempit. Dua orang dilaporkan mengalami luka bakar dan langsung dilarikan mendapatkan pertolongan. Adapun data 2 orang korban yaitu Pak Abu mengalami luka Bakar berusia kurang lebih 50 an dan Ibu Linda yang juga mengalami luka bakar berusia 60 an.

Hingga berita ini diturunkan, kerugian materil masih dalam penghitungan pihak berwenang, sementara aparat kepolisian bersama unsur terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus penimbunan BBM ilegal ini lebih mendalam.

( Ardian S Perkasa )