Jakarta, SINAR DUNIA MEDIA โ Gelombang demonstrasi yang melanda Ibu Kota sejak akhir Agustus kembali memanas. Pada Sabtu dini hari, massa yang terpecah di sejumlah titik melakukan aksi anarkistis, termasuk menyerang markas Polres Metro Jakarta Utara.
Berikut Video yang beredar :
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kendaraan dinas milik kepolisian dibakar, pagar depan jebol, dan fasilitas publik di sekitar Polres mengalami kerusakan berat. Aksi ini merupakan buntut dari kemarahan publik atas insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat.
โKami melihat massa bergerak cepat, melempar batu, membakar bus polisi, dan merusak pos penjagaan. Situasi sangat tidak terkendali,โ ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kerusuhan juga meluas ke lima polsek lain di Jakarta Timur, yakni Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung. Aparat kepolisian dibantu personel Brimob dan TNI masih berupaya mengendalikan situasi, namun massa terus berpindah lokasi, membuat kondisi Jakarta tetap genting.
Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menyebut bahwa pola kekerasan aparat yang berulang menjadi pemicu utama kemarahan publik. โDalam lima bulan terakhir, kami mencatat 55 korban kekerasan oleh aparat. Ini bukan insiden tunggal, tapi pola yang dibiarkan,โ tegasnya dalam konferensi pers daring.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kapolda Metro Jaya terkait kerusakan dan korban dalam insiden penyerangan Polres Jakut. Sementara itu, sebagian warga di sekitar lokasi terpaksa mengungsi demi menghindari bentrokan lanjutan.
