Berkendara motor tanpa menggunakan jaket masih menjadi kebiasaan sebagian pengendara di Indonesia, baik karena alasan kenyamanan maupun cuaca yang panas. Kebiasaan ini memiliki risiko besar bagi keselamatan dan kesehatan pengendara, terutama saat terjadi kecelakaan maupun paparan cuaca ekstrem di jalan. Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana Makmur Sejati (WMS), jaket bukan hanya berfungsi sebagai pelengkap gaya atau untuk menghalau udara dingin.
Lebih dari itu, jaket adalah perlengkapan wajib yang bisa melindungi tubuh dari risiko cedera saat terjadi kecelakaan. “Jaket berfungsi sebagai pelindung pertama bagi tubuh dari gesekan dengan aspal jika terjatuh atau terjadi kecelakaan. Tanpa jaket, kulit bisa langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, yang bisa menyebabkan luka serius seperti lecet atau bahkan luka bakar akibat gesekan,” ujar Agus
Selain itu, Agus menambahkan, jaket juga melindungi tubuh dari paparan sinar matahari secara langsung, yang dalam jangka panjang bisa memicu masalah kulit. Pengendara juga lebih terlindungi dari polusi udara dan debu yang sering beterbangan di jalan raya.
“Dengan menggunakan jaket, pengendara juga bisa mengurangi potensi hipotermia ketika berkendara dalam kondisi hujan atau udara dingin. Jadi, fungsi jaket itu bukan hanya untuk kenyamanan, tapi juga bagian dari perlindungan keselamatan,” ujarnya. Agus menyarankan pengendara motor untuk memilih jaket berbahan kuat dan nyaman, serta memiliki protektor tambahan di bagian siku, bahu, dan punggung.
