Tanah Bergerak di Tegal, Ribuan Warga Mengungsi
TEGAL – SINAR DUNIA MEDIA Suasana mencekam menyelimuti Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, setelah fenomena tanah bergerak melanda kawasan tersebut. Ribuan warga kini harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Agus Sugiharto menyebut fenomena tersebut terjadi akibat creeping atau rayapan tanah.
Sejak awal Februari, hujan deras mengguyur wilayah Tegal tanpa henti. Kondisi tanah yang labil akhirnya tak mampu menahan tekanan air, menyebabkan pergerakan tanah yang merusak permukiman. Lebih dari 2.400 jiwa kini kehilangan tempat tinggal, sementara ratusan rumah dan fasilitas umum rusak parah.
“Hasil investigasi dan kajian di lapangan menunjukkan pergerakan tanah di Tegal merupakan creeping. Lapisan tanahnya jenis lempung, ketika jenuh air akan bergerak perlahan,” kata Agus, Selasa (10/2). Menurut dia, creeping merupakan salah satu jenis gerakan tanah yang berlangsung lambat, tetapi terjadi di area luas, terutama pada wilayah yang memiliki kemiringan.
Fenomena serupa, lanjut Agus, juga pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah, seperti Watukumpul (Pemalang) dan Simo (Boyolali).
Di lokasi pengungsian, warga tampak masih diliputi rasa cemas. “Kami tidak bisa kembali, rumah sudah retak dan tanah terus bergerak,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca. Anak-anak berlarian di tenda darurat, mencoba mengalihkan rasa takut dengan bermain, sementara para orang tua sibuk mengatur logistik seadanya.
Pemerintah Kabupaten Tegal bersama BNPB segera menetapkan status tanggap darurat. Relokasi permanen menjadi opsi utama, mengingat kondisi tanah di desa tersebut dinilai tidak lagi layak huni. Para ahli geologi menegaskan bahwa fenomena ini bukan kejadian sekali, melainkan siklus yang bisa berulang.
Meski berat, warga mulai menerima kenyataan bahwa mereka harus meninggalkan kampung halaman. Di balik duka, muncul harapan baru: relokasi ke tempat yang lebih aman, di mana mereka bisa membangun kembali kehidupan.
Bencana tanah bergerak di Tegal menjadi pengingat bahwa ancaman geologi bisa datang kapan saja. Relokasi bukan sekadar solusi darurat, melainkan langkah jangka panjang untuk memastikan keselamatan ribuan warga Apakah Anda ingin saya tambahkan angle human interest yang lebih mendalam—misalnya kisah keluarga yang kehilangan rumah atau potret kehidupan di pengungsian—agar berita terasa lebih menyentuh pembaca?
SUMBER BERITA : kompas.com
