Ziarah makam dalam Rangka Hari jadi Bone ke 696 tahun 2026, di hadiri Wakil Walikota Bone

WhatsApp Image 2026 03 31 at 2.56.17 PM

Ziarah makam dalam Rangka Hari jadi Bone ke 696 tahun 2026, di hadiri Wakil Walikota Bone

Jakarta, SinarduniaMedia

Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan ziarah makam dalam rangka peringatan Hari Jadi Bone ke-696 tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi daerah berjuluk Bumi Arung Palakka tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme dan mengenang jasa para pahlawan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, telah mengumumkan penyesuaian jadwal pelaksanaan ziarah.

Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, diundur menjadi Selasa, 31 Maret 2026, tanpa mengubah lokasi dan waktu pelaksanaan.

Acara dimulai dengan melakukan Upacara yang berlangsung khidmat dan dilanjutkab dengan ziarah ke makam sultan bone LA Pawawoi Kareang Segari. Dalam HUT Bone yang ke 696 dihadiri berbagai elemen masyarakat di perantauan Bone, termasuk organisasi kekeluargaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan bahwa kegiatan ziarah bukan sekedar agenda seremonial, melainkan tradisi yang sarat makna sejarah dan kebangsaan.

“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak melupakan jasa para pahlawan. Ini adalah bagian dari tradisi dan budaya yang terus kami jaga setiap menjelang Hari Jadi Bone,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bone memiliki jejak sejarah yang panjang dengan banyak tokoh yang berkontribusi bagi bangsa. Oleh karena itu, pelaksanaan ziarah tidak hanya bertujuan di satu lokasi, tetapi juga dilakukan di berbagai daerah tempat para raja dan tokoh pemakaman.

Pemerintah daerah bahkan meluangkan beberapa waktunya untuk browsing dan berziarah ke sejumlah wilayah seperti Sidenreng Rappang, Pangkep, Maros, hingga Gowa, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah yang tersebar luas.

by : Ridwan Limbong