Bentrokan Berlanjut, Gas Air Mata dan Petasan Warnai Aksi
Jakarta, SINAR DUNIA MEDIA — Ketegangan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, belum mereda hingga larut malam. Ribuan demonstran yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum masih bertahan di Jalan Gatot Subroto, memprotes berbagai isu sosial dan politik yang dinilai merugikan rakyat.
Sekitar pukul 21.00 WIB, massa berhasil menjebol salah satu sisi pagar Gedung DPR dan membakar sejumlah benda di tengah jalan. Kobaran api terlihat membara, sementara petasan dan molotov dilemparkan ke arah aparat dan awak media.
“Silakan bicara apa saja, tapi jangan lempar-lempar,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro, yang sempat meminta prajurit TNI mundur dan menyerahkan penanganan kepada kepolisian.
Polisi kemudian maju ke garis depan dengan kendaraan taktis dan perisai, menembakkan gas air mata serta water cannon untuk membubarkan massa. Namun, demonstran tetap bertahan dan menyanyikan lagu “Tanah Airku” sebagai bentuk perlawanan simbolik.
Pemicu Aksi : Kematian Driver Ojol dan Tuntutan Sosial
Aksi ini dipicu oleh kemarahan publik atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat demo sebelumnya di Pejompongan. Insiden tersebut viral dan memicu gelombang solidaritas serta kritik terhadap aparat.
Selain itu, demonstran menuntut penghapusan skema outsourcing, peningkatan upah minimum, dan penolakan terhadap kenaikan tunjangan DPR. Poster bertuliskan “Lebih dari ditindas, sekarang nyawa dilindas” menjadi simbol kemarahan rakyat.
Situasi Terkini dan Potensi Eskalasi
Hingga pukul 23.00 WIB, bentrokan masih terjadi di beberapa titik sekitar kompleks parlemen. Polisi terus menembakkan gas air mata, sementara massa membalas dengan batu dan kembang api. Beberapa ruas jalan ditutup, dan jalur KRL Commuter Line dialihkan karena kerumunan massa di rel kereta.
Ketua Partai Buruh Said Iqbal menyatakan bahwa aksi ini baru permulaan. Jika tuntutan tidak digubris, jutaan buruh siap turun ke jalan dalam aksi mogok nasional.
SUMBER BERITA :
