Tidak Hanya di Jakarta Aksi Demo Meluas ke Berbagai Daerah

Demo ojol solo

Gelombang Demo Meluas ke Daerah : Dari Jakarta hingga Papua, Rakyat Bergerak Serentak

Jakarta, SINAR DUNIA MEDIA — Aksi demonstrasi yang dipicu oleh kematian tragis pengemudi ojek online Affan Kurniawan kini menjalar ke berbagai daerah di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke, ribuan massa turun ke jalan menyuarakan kemarahan dan tuntutan perubahan.

Dari Ibukota ke Daerah: Titik Panas Aksi

  • Jakarta: Massa masih mengepung Gedung DPR RI dan Mabes Polri. Bentrokan terjadi di Pejompongan dan Gatot Subroto, dengan gas air mata dan petasan mewarnai malam.
  • Bandung: Ribuan mahasiswa dan komunitas ojol memadati Gedung DPRD Jawa Barat. Water barrier dibakar, dan orasi “Seruan Aksi Rakyat Ingin Revolusi” menggema dari Monumen Perjuangan hingga KUBUS ITB.
  • Surabaya: Aksi di depan Gedung Grahadi berlangsung ricuh. Massa merusak pagar dan membakar ban sebagai simbol perlawanan.
  • Makassar: Ratusan mahasiswa UNM turun ke jalan, menuntut keadilan dan pembubaran DPR. Aksi berlangsung di Jalan A.P. Pettarani hingga dini hari.
  • Solo: Demonstran mengepung Mako Brimob Batalyon C Pelopor. Aksi solidaritas berubah menjadi bentrokan setelah massa mencoba merangsek masuk ke markas.
  • Jambi, Yogyakarta, Palangka Raya, dan Medan: Laporan menyebutkan aksi serupa terjadi di depan kantor DPRD dan Polda setempat. Di Palangka Raya, massa melempar telur ke polisi dan membakar ban.

Tuntutan Bersama: Hapus Outsourcing, Bubarkan DPR, Usut Kematian Affan

Aksi ini bukan hanya soal kemarahan atas satu insiden. Gelombang protes membawa tuntutan nasional : penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, pembentukan Satgas PHK, dan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan bahwa aksi ini akan terus berlanjut dan meluas. “Kami tidak akan diam. Ini bukan hanya soal buruh, ini soal keadilan sosial,” ujarnya dalam konferensi pers.

Potensi Eskalasi Nasional

Dengan puluhan ribu massa di berbagai kota, aparat keamanan dikerahkan secara nasional. Pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi, sementara media sosial dibanjiri tagar #RevolusiRakyat dan #JusticeForAffan.


SUMBER BERITA :

tirto.id