Puluhan Tentara Tewas dalam Bentrokan Taliban–Pakistan di Perbatasan Durand
Konflik bersenjata antara Taliban Afghanistan dan militer Pakistan memanas, menewaskan puluhan tentara dan memicu kekhawatiran regional.
Kabul – Ketegangan di perbatasan Afghanistan–Pakistan kembali memuncak setelah bentrokan bersenjata besar pecah pada Jumat malam, 10 Oktober 2025. Pasukan Taliban Afghanistan melancarkan serangan balasan terhadap pos militer Pakistan di sepanjang Garis Durand, menyusul serangan udara Pakistan di Kabul dua hari sebelumnya.
Menurut juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, sebanyak 58 tentara Pakistan tewas, sementara 9 pejuang Taliban gugur dan 30 lainnya terluka. Mujahid menyebut serangan itu sebagai bentuk pembalasan atas pelanggaran wilayah udara dan serangan yang dilakukan Pakistan. “Afghanistan berhak mempertahankan perbatasan udara dan daratnya dan tidak akan membiarkan serangan apa pun tanpa balasan,” ujarnya.
Pertempuran berlangsung sengit di distrik Behrampur dan beberapa titik lain di sepanjang perbatasan. Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan operasi pembalasan berakhir sekitar tengah malam, namun laporan dari pihak Pakistan menyebutkan bahwa serangan Taliban terjadi di lima hingga enam lokasi berbeda.
Pemerintah Pakistan belum memberikan angka resmi korban dari pihaknya, namun menyebut telah memberikan “respons kuat” terhadap agresi Taliban. Di sisi lain, Taliban menuduh Pakistan melindungi anggota ISIS yang bersembunyi di wilayah Pashtunkhwa, dan menuntut agar mereka diusir atau diserahkan kepada Emirat Islam Afghanistan.
Konflik ini menjadi eskalasi paling serius sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Meski Arab Saudi dan Qatar sempat menengahi gencatan senjata sementara, laporan terbaru menyebutkan bahwa serangan lintas batas masih berlanjut pada Sabtu, 11 Oktober.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan stabilitas regional, terutama di tengah meningkatnya aktivitas kelompok ekstremis di perbatasan. Pengamat internasional menyerukan agar kedua negara menahan diri dan membuka jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan.
Sumber Berita
