Parade Militer China 2025 : Deretan Pemimpin Dunia Hadiri Unjuk Kekuatan Global
Beijing, SINAR DUNIA MEDIA — Parade Militer China tahun ini menjadi sorotan dunia, tidak hanya karena skala pertunjukan militernya yang spektakuler, tetapi juga karena kehadiran puluhan pemimpin negara dari berbagai belahan dunia. Acara yang digelar di Lapangan Tiananmen, Beijing, ini merupakan bagian dari peringatan 80 tahun kemenangan China atas agresi Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II versi China, yang disebut sebagai Perang Dunia Anti-Fasis.
Presiden China Xi Jinping memimpin langsung jalannya parade, didampingi dua tamu kehormatan utama: Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. Ketiganya tampil bersama di satu panggung, menandai simbol kuat aliansi Timur dalam geopolitik global.
Pemimpin Dunia yang Hadir
Lebih dari 25 kepala negara dan pemerintahan hadir dalam parade ini, termasuk:
- Asia:
- Prabowo Subianto (Presiden Indonesia)
- Anwar Ibrahim (PM Malaysia)
- Masoud Pezeshkian (Presiden Iran)
- Norodom Sihamoni (Raja Kamboja)
- Luong Cuong (Presiden Vietnam)
- Thongloun Sisoulith (Presiden Laos)
- Mohamed Muizzu (Presiden Maladewa)
- Ukhnaagiin Khurelsukh (Presiden Mongolia)
- Min Aung Hlaing (Panglima Myanmar)
- KP Sharma Oli (PM Nepal)
- Shehbaz Sharif (PM Pakistan)
- Eropa & Eurasia:
- Vladimir Putin (Presiden Rusia)
- Alexander Lukashenko (Presiden Belarus)
- Aleksandar Vučić (Presiden Serbia)
- Robert Fico (PM Slovakia)
- Afrika:
- Denis Sassou Nguesso (Presiden Republik Kongo)
- Emmerson Mnangagwa (Presiden Zimbabwe)
- Amerika Latin & Karibia:
- Miguel Díaz-Canel (Presiden Kuba)
China Pamerkan Modernisasi Militer
Parade ini juga menjadi ajang unjuk kekuatan militer China, yang memamerkan teknologi canggih seperti senjata laser, drone serang siluman “loyal wingman”, serigala robotik, dan drone nuklir bawah air raksasa. Ribuan tentara dari berbagai cabang militer China turut serta dalam koreografi militer yang presisi dan patriotik.
Pesan Xi Jinping
Dalam pidatonya, Xi Jinping menegaskan bahwa China tidak akan tunduk pada intimidasi kekuatan asing. “Rakyat China berdiri teguh di sisi sejarah yang benar,” ujar Xi dari mimbar Tiananmen, tempat bersejarah proklamasi Republik Rakyat China oleh Mao Zedong.
SUMBER BERITA :
