Aksi Solidaritas Berubah Jadi Amukan Massa

Jakarta SINAR DUNIA MEDIA — Situasi mencekam melanda Kota Solo dini hari tadi ketika Gedung DPRD Kota Solo hangus dibakar massa dalam aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai. Aksi solidaritas atas kematian tragis pengemudi ojek online Affan Kurniawan berubah menjadi kerusuhan besar yang merusak fasilitas negara dan membuat aparat kewalahan.

Kronologi Pembakaran

  • 22.00 WIB (Jumat malam): Ratusan massa mulai berkumpul di depan Gedung DPRD Solo, melempar petasan dan membakar water barrier.
  • 00.10 WIB: Massa merusak pagar gedung dan mulai membakar sampah di sekitar area.
  • 01.15 WIB: Api mulai menjalar ke lantai dua gedung DPRD, setelah massa menembakkan kembang api ke arah kaca jendela.
  • 02.00 WIB: Gedung Sekretariat DPRD terbakar hebat. Pos satpam dan ruang pimpinan DPRD ikut hangus.
  • 04.20 WIB: Api berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran menerobos masuk lewat pintu belakang.

Aparat Dihalau, Damkar Dipukul Mundur

Upaya pemadaman sempat terhambat karena massa menghadang mobil damkar dan ambulans. Teriakan “Ayo diobong!” menggema di tengah kerumunan, menunjukkan bahwa aksi telah berubah menjadi amuk massa.

Ketua DPRD Surakarta, Budi Prasetyo, mengaku tidak mendapat informasi bahwa aksi akan bergeser ke gedung DPRD. “Kami tidak menduga kantor DPRD jadi sasaran. Ini bukan lagi penyampaian aspirasi, tapi tindakan anarkis,” ujarnya.

Pemicu Aksi : Tragedi Affan dan Tuntutan Sosial

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta. Di Solo, aksi dimulai dengan salat gaib di Mako Brimob Manahan, lalu bergeser ke Bundaran Gladak dan akhirnya ke Gedung DPRD.

Selain menuntut keadilan atas kematian Affan, massa juga menyuarakan penolakan terhadap sistem outsourcing, tuntutan kenaikan upah minimum, dan pembubaran DPR.


SUMBER BERITA :

DETIK.COM

TRIBUNJATENG.COM